Eiland Molana
Het eiland Molana werd bewoond door 3 families:
- Kaya
- Kainama.
- Souisa.
Het verhaal luidt als volgt:
Toen de Portugezen naar Indonesie kwamen en naar de Molukken gingen, vestigde men zich op Saparua.
De Portugezen gaven de opdracht: Een ieder die zich in de binnenlanden bevindt, moet verhuizen naar het zeestrand.
In 1525 ging iedereen uit het dorp( Amano ) naar de kust.
Toen men het dorp Haria stichtte, begon men met elkaar te overleggen, opdat de drie families op Molana zich bij hen zouden aansluiten.
Als adat-leider had voorouder Loupatty de taak om de mensen bijeen te roepen. Zodoende was het zijn taak om met de drie families te overleggen om eensgezindheid te krijgen zodat de drie families zich zouden aansluiten.
Het bewijs hiervoor is, dat tot op heden, hun nakomelingen nog steeds bij elkaar zijn
(Verteld door Anda Kaya uit Haria)
Molana
Pulau Molana terletak dekat pantai Booi, kurang lebih 3 kilometer dari Negeri Haria. Pulau ini panjangnya kurang lebih 5 kilometer dan lebar kurang lebih 3 kilometer.Pada pulau Molana, penghuni-penghuninya terdiri dari 3 keturunan :
- Kaya.
- Kainama.
- Souisa.
Yani sejarahnya begini:
Ketika Portogis datang ke Indonesia dan terus ke Maluku, dan mereka bertempat di Saparua, maka perintah dari Portogis: semua anak peribumi jang berdiam di pedalaman,semua harus berpindah kepesisir pantai.
Dan pada tahun 1525 semua orang jang berada di negeri lama ( Amano ), turun di pelabuhan jang sampai sekarang kami berada.
Setelah mereka sudah membangunkan Negeri Haria, maka perundingan di antara mereka, supaya tiga keturunan jang berdiam di Molana bergabung sama-sama dengan mereka.
Oleh sebab itu moyang Loupatty, dia sebagai mauweng, dia mempunyai tugas untuk kumpul, hingga moyang Loupatty di tugaskan untuk berunding dengan ketiga keturunan dan telah mendapat persetujuan untuk ketiga keturunan ini bergabung bersama.
Dan buktinya sampai sekarang ini, ketiga keturunan itu berada sama-sama.
(Seperti diceritera oleh Anda Kaya di Haria)
