Baileu

In het jaar 1300 kwam Patih Idjo, kapitan Loupatty, vanuit het eiland Ceram naar het gebergte Hatoe-Hahoel, Haria gunung.
Met zijn gevolg verhuisde hij naar Amano, negeri Lama.
Van Amano ging hij met Patih Sakaroni, Manuhutu, naar de baai, nu baai van Haria.
Daar vond men een plek om te wonen en stichtte een dorp.
Men bouwde een lang gebouw dat bewoond werd door drie families.
De drie families zijn: Manuhutu, Mahakena en Loupatty.
Het gebouw noemde men baileu.
De naam van de baileu is: “Palapessy Rumah Toru”.
In de loop der jaren kreeg de baileu een andere funktie/betekenis.
In 1571 werd de baileu verbouwd en gebruikt als rumah adat, adathuis.
In de baileu werden zaken betreffende de adat behandeld zoals:
  • alle aangelegenheden wat de bevolking aangaat
  • bekrachten van het pelaverbond
  • afhandeling van de bruidschat
  • benoemen van dorpshoofd (Raja)
  • herdenking Pattimuradag
Mauwengs, adatleiders zijn de bewakers van de baileu. De functie van adatleiders gaat over van vader op zoon.
Adatleiders zijn:
  1. Loupatty
  2. Sarimole
  3. Parinussa
  4. Tamaëla
De Baileu van Haria heeft later in het jaar 1817 een centrale rol gespeeld. Vanwege de opstand tegen de Nederlandse overheersers. De patih’s en of raja’s uit Ceram, Haruku, Nusalaut en Saparua hebben samen in de bailleu van Haria, de proklamatie van Haria ondertekend. Hierdoor is de Baileu van Haria, Baileu Pusat geworden of ook wel Baileu Pulau genoemd.

In 1817 vond een grote renovatie plaats.
Helaas is in het jaar 2002 de baileo van Haria platgebrand.
In 2007 is de baileu herbouwd.

De baileu is:
  • 35 meter lang
  • 6,35 meter breed
  • 7,80 meter hoog

De baileu is gebouwd op 84 palen.
Midden in de baileu staan 6 palen, die de 6 soa’s symboliseren:

  • Soa Manuhutu Titasomi
  • Soa Hattu Tanarissa
  • Soa Souhoka Louhattu
  • Soa Latupeirissa Lounussa
  • Soa Sahuleka Peinimua
  • Soa Souisa Samalohi

(Verteld door Vicky Manuhutu en raja Jacob Michel Manuhutu)

Baileu

Pada tahun 1300 Patih Idjo, kapitan Loupatty datang dari pulau Seram ke gunung Hatoe-Hahoel, Haria Gunung.
Bersama pengikutnya ia pindah ke Amano, negeri lama.
Dari Amano ia pergi bersama Patih Sakaroni, Manuhutu ke daerah teluk, sekarang Teluk Haria.
Di sana mereka menemukan tempat tinggal dan membangun sebuah kampung.
Mereka membangun sebuah gedung yang panjang yang didiami oleh tiga keluarga. Ke tiga keluarga tersebut adalah: Manuhutu, Mahakena dan Loupatty.
Gedung tersebut, rumah, disebut baileu.
Baileu tersebut dinamakan: “Palapessy Rumah Toru”.
Lama kelamaan balieu mendapat fungsi/pengertian lain.
Pada tahun 1571 Balieu dirombak dan dipakai sebagai rumah adat.
Di balieu itu dibahas masalah-masalah yang ada kaitannya dengan adat seperti:

  • Semua masalah yang berhubungan dengan penduduk.
  • Meresmikan hubungan pela.
  • Membereskan mas kawin.
  • Mengangkat kepala Negeri (Raja)
  • Peringatan hari Pattimura
Mauweng, pimpinan adat adalah penjaga Balieu. Fungsi pimpinan adat adalah turun temurun dari bapak ke anak laki-laki.
Pemimpin adat adalah:
  1. Loupatty
  2. Sarimole
  3. Parinusa
  4. Tamaëla
Balieu dari Haria memainkan peranan utama pada tahun 1817. Disebabkan oleh pemberontakan melawan penguasa Belanda. Para patih dan/atau raja dari Seram, Haruku, Nusalaut dan Saparua bersama-sama menandatangani proklamasi Haria di Balieu Haria. Oleh karena itu Balieu Haria menjadi Balieu Pusat atau juga disebut Balieu Pulau.
Pada tahun 1817 dilakukan renovasi besar.
Sayang sekali baileu di Haria musnah terbakar pada tahun 2002.
Pada tahun 2007 baileu Haria dibankunkan kembali.

Balieu tersebut menjadi:
35 meter panjang
6,35 meter lebar
7,80 meter tinggi
Baileo Haria berdiri atas 84 tiang.
Di bagian tengah ditumpu oleh 6 tiang jang merupakan untuk ke 6 soa :
  • Soa Manuhutu Titasomi
  • Soa Hattu Tanarissa
  • Soa Souhoka Louhattu
  • Soa Latupeirissa Lounussa
  • Soa Sahuleka Peinimua
  • Soa Souisa Samalohi
(Seperti diceritera oleh Vicky Manuhutu en raja Jacob Michel Manuhutu)